P.P.L.T = Unexpected Moment???

Posted in By Eriko Synyster Munthe 1 komentar

Share |
“Anda adalah guru yang sudah banyak jam terbangnya, bukan? Pasti Anda punya banyak pengalaman, baik manis maupun pahit, dalam mengajar. Pengalaman manis dapat Anda rasakan ketika siswa-siswa Anda berhasil meraih prestasi, yang sebagian merupakan kontribusi Anda. Dan, Anda pasti menginginkan siswa-siswa Anda selalu berhasil meraih prestasi terbaik. Namun, mungkin keinginan Anda yang mulia tersebut lebih sering tidak tercapai karena berbagai alasan. Misalnya, mungkin Anda sering menemukan siswa-siswa tidak bersemangat, kurang termotivasi, kurang percaya diri, kurang disiplin, kurang bertanggung jawab dsb. Pasti Anda sudah melakukan upaya untuk mengatasinya, tetapi mungkin hasilnya masih jauh dari yang Anda inginkan.”...

Mungkin kata-kata diatas akan secara lancar saya ucapkan kepada calon-calon guru muda di masa mendatang ketika saya sudah menjadi seorang dosen disebuah universitas ternama atau sebagai guru di salah satu sekolah internasional. Tetapi kenyataannya saya masih terpaku didepan komputer sambil ‘bingung’ memikirkan apa judul skripsi saya nantinya, apa instrument yang akan digunakan atau bagaimana tabiat murid-murid yang akan saya ajar nantinya???

Serasa belum cukup dengan ke-‘bingung’-an tadi, rencana awal yang telah digadang-gadang disemester 5 ternyata harus pupus sama sekali karena ternyata bukan anak-anak SMA atau SMK yang akan saya hadapi tapi SMP!!!! *bukankah rencana tadi harus beralih haluan 180?

SMP Negeri 1 Pagar Merbau Galang, Deli Serdang 2, tertulis di penguuman di UPPL, itulah awalnya. Why that people inside there can be so disscussting???

Masalah terbesar adalah ketika ditahun ini, ya, ditahun dengan system kurikulum yang kembali berubah *memang begitu sejak zaman jepang!! Mengakibatkan sekarang di SMP mata pelajaran IPS muncul yang merupakan gabungan dari 3 mata pelajaran bidang social terdahulu yaitu Ekonomi, Geografi dan Sejarah. Ahh,, hey!! Pembuat peraturan, what the hell are you thinkin’ of? Bukankah ini akan menimbulkan kesenjangan dimana mata pelajaran yang harusnya dapat di ajarkan oleh 3 orang guru harus di ajarkan oleh hanya 1 orang guru sekarang???

When there is a will, there is a way!!! Masalah remeh temeh ini tidak akan menghambat kami mahasiswa, Class Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas adalah jawaban yang dirasa cukup mencerahkan dalam keadaan genting seperti sekarang ini!!! Yes, I’ll take that way!!!
Buat teman-teman aWaq yang lain,, semangat berjuang lae.lae…!!!


~ eriko munthe ~